Tampilkan postingan dengan label mubarak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mubarak. Tampilkan semua postingan

21 Mei 2010

[Panen Hati di Ladang Rabtah] Raftah atau Rabithah Bermanfaat bagi Jemaah di Berbagai Tataran

*Rabtah/Raftah*

Dari Attaurrab Soekamto (Sekr. PMB JAI-Serua), Tangerang Selatan: Kata 'raftah' dalam kamus bahasa Urdu artinya, "mabuk, fana, asyik." Untuk kata 'rabtah', kamus Urdu mengartikan sebagai 'hubungan'.

(Ingat "Rabithah 'Alam Islami"...??). :-)

"Apa pun makna yang akan diambil dari Raftah atau Rabithah itu, akan bermanfaat bagi jemaah di berbagai tataran, baik jemaah sebagai institusi maupun pada jemaah secara personal," Kharijiah Nasional H.A. Mubarik Ahmad, S.H. mengatakan di kantornya Gedung Citylofts Jakarta sesaat sebelum ke Wahid Institut Jakarta Pusat, Kamis (20/5).

"Secara alamiah, di mana saja, jemaah sudah melaksanakan makna raftah dan rabithah ini. Bahwa penekanannya baru ditekankan setelah Prahara Mubarak Parung medio 2005 lalu itu," tambah Kharijnas.[] (AADP)