Suatu hari, Sayyidina Abu Bakar r.a. berkata, "Sesungguhnya, aku telah mengatur urusan kamu, tetapi aku bukanlah orang yang paling baik di kalangan kamu. Maka, berilah pertolongan kepadaku. Kalau aku bertindak lurus, maka ikutilah aku. Tapi, kalau aku menyeleweng, betulkan aku!"
Kekharijiahan, pasca prahara Parung ini demikian strategisnya. Hampir semua kekuatan dikerahkan ke sana. Prahara ini menelan social cost yang amat besar, terbesar sepanjang sejarah Jemaat di Indonesia. Kesungguhan mengatasi kemelut, muncul di semua strata.
Prahara besar itu tak kuasa tertangani baik karena miskinnya pengalaman dan SDM yang tak siap menjadikan upaya raftah/rabtah "dipaksa" dengan konsep "meloncat dari atas tebing ke bawah sambil merajut sayap".
Untuk meminimalisir diviasi, Sekretaris PB JAI (Kharijnas) H.A. Mubarik Ahmad, S.H. dengan sahabat-sahabat terus-menerus mengkaji persoalan-persoalan mendasar.
Ucapan Hadhrat Abu Bakar r.a. di atas menjadi sumber inspirasi di lapangan [pengkhidmatan].[] (AADP)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar