Tampilkan postingan dengan label Lahore. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lahore. Tampilkan semua postingan

31 Mei 2010

BETAPA panjang hari-hari duka ini, ya Ilahi...!!

BETAPA panjang hari-hari duka ini, ya Ilahi;
Tumpah lagi darah suci ke atas suci ke atas Anak Benua;
Ikhwan, tahukah kamu darah suci itu?;
Patisari infaq;
Ruh kuat karena penyembahan;
Hati lembut karena doa dan pengabdian.

BETAPA PANJANG hari-hari duka ini, ya Ilahi;
Ratapan dinding tinggi kembali manyayat kalbu;
Melepas parade ruh ke langit zaman;
Pengawalan bidadari bermata jeli;

BETAPA panjang hari-hari duka ini, ya Ilahi;
Jejak-Mu semakin jauh melangkah;
Meninggalkan bayang-bayang panjang;
Sementara kami masih berkubang;
Bersama belatung-belatung dunia.[] (AADP)

30 Mei 2010

"HARUSKAH memang darah para kekasih-Mu itu membasahi lagi bumi-Mu ini?"; Renungan Tragedi Lahore 2010




HARUSKAH memang darah para kekasih-Mu itu membasahi lagi bumi-Mu ini?

HARUSKAH memang air mata ini mengalir tiada henti untuk membilas dosa para durjana?

SUDAH BERBILANG windu hati meratapi para syuhada rebah bergelombang mencium bumi-Mu tiada jeda;

MEREKA tersenyum menyambut piala syahid mereka;

TAPI, KUASA INSANI kami tak kuat menahan ini, yaa Ilahi;

SAMPAI KAPAN "ENGKAU" akan berpangku tangan tak bergeming?

APAKAH kami harus meminjam sabda Sang Mursalin? "Jika Engkau membiarkan musnah hamba-hamba-Mu ini,

"MAKA TIADA LAGI MAKHLUK YANG AKAN TULUS MENYEMBAH-MU DI MUKA BUMI INI!!"[]

(Renungan Tragedi Lahore; Cimanuk, Pandeglang, Banten, 28 Mei 2010; AADP)
Foto-foto silde ada di http://tinyurl.com/2wp8j9p